Kondisi sejumlah aliran sungai di Kota Sukabumi, Jawa Barat mayoritas masih tercemar bakteri e-coli. Penyebabnya berasal pembuangan limbah dari mandi, cuci kakus (MCK).
”Tingkat pencemaran e-coli di sungai ini masih dalam skala ringan,” kata Kepala Seksi Pembinaan dan Pengawasan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi, Doni Firmansyah di kegiatan bersih sungai Cipelang, Kamis (23/3/2017).
Selain tercemar e-coli, lanjut dia, sungai yang sebagian besar merupakan sub daerah aliran sungai (Sub DAS) ini juga tercemar limbah industri kecil. Sebabnya masih banyak pengrajin tahu dan tempe yang membuang limbahnya ke sungai.
”Pencemarannya memang sudah berkurang sekitar 50 persen dibanding tahun lalu. Juga limbah yang dibuang biasanya pewarna berasal dari kunyit,” ujar dia.
Menurut Doni dalam upaya meminimalisir pencemaran di sungai sudah secara rutin dilakukan pemantauan oleh petugas. Selain itu juga sosialisasi kepada masyarakat termasuk para pengusaha.
”Terakhir pengawasan Februari 2017. Lokasi pemantauan di antaranya di aliran Sungai Cisuda, Cipelang dan Cisaray,” katanya.
Doni menambahkan aliran sungai ini juga masih dikotori sampah yang mayoritas berasal dari pembuangan rumah tangga dan lainnya. Sedangan untuk limbah industri sedikit, karena Kota Sukabumi tidak banyak pabrik.
Wakil Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengimbau masyarakat tidak membuang limbah ke sungai. Berbagai upaya mulai dari sosialisasi hingga pemasangan papan pengumuman sudah diupayakan.
”Sampah dari masyarakat harus dibuang kepada tempatnya yakni tempat pembuangan sampah yang disediakan maupun motor sampah,” imbau Fahmi.

Comments

comments

,
budiyanto sukabumi

Budiyanto hanyalah seorang individu yang sedang mengembara di muka bumi ini, dan untuk mengisi waktunya, agar dapat bermanfaat bagi semua penghuni bumi ini, lebih memilih profesi jurnalis.
Dunia jurnalistik telah dikenalinya secara otodidak sejak remaja. Sejak awal, sangat berminat pada isu konservasi, lingkungan, kemanusiaan hingga petualangan serta fotografi.

Situs kusukabumiku.com ini dibuat dan dibangun pada intinya sebagai media kampanye pembelaan lingkungan, alam alami, selainnya sebagai salah satu wadah untuk menyalurkan minat dan menyimpan sejumlah hasil karya jurnalistik.

Similar Posts