SITUGUNUNG, Kusukabumiku.com Para sesepuh dan perintis kegiatan pencinta alam dan kegiatan alam terbuka di Indonesia berkumpul di Sukabumi, Jawa Barat selama dua hari satu malam, Kamis (24/8/2017) hingga Jumat (25/8/2017) sore.

Mereka yang hadir ini di antaranya para pendiri perkumpulan pencinta alam dan kegiatan petualangan di alam terbuka, baik dari kalangan kampus maupun umum.

Puluhan sesepuh ini menggelar perkemahan silaturahmi dan diskusi di kaki gunung Gede Pangrango, tepatnya di Camping Ground Tanakita Situgunung, Desa Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama dua hari ini menghasilkan Pesan Pangrango sebanyak dua butir.

Keduanya yaitu kami berkegiatan di alam dengan tujuan mendidik diri, menumbuhkan rasa cinta tanah air dan cinta lingkungan.

“Butir kedua dalam berkegiatan di alam kami menghargai perbedaan, baik suku, agama, ras dan golongan,” kata salah seorang penggagas kegiatan, Gustav “Ocim” saat menyampaikan hasil pertemuan, Jumat sore.

Anggota Wanadri ini menjelaskan Pesan Pangrango ini akan disampaikan kepada kalangan pencinta alam di Indonesia sebagai pengingat. Karena pada intinya isi pesan ini sudah tertuang dalam Kode Etik Pencinta Alam Indonesia.

“Pesan ini hanya sebagai semangat dan jiwa meneguhkan diri kepada Tuhan dan kode etik pencinta alam,” jelas dia.

“Nantinya akan lahir ide-ide pada masing-masing perhimpunan, karena perhimpunan punya cara sendiri untuk menumbuhkan rasa cinta alam dan tanah air,” sambungnya.

Dalam acara langka ini, di antaranya hadir Herman Lantang, Rudi Badil, Aristides Katoppo (Mapala UI), Harry Suliztiarto (Skygers), Harry Hardiman, Iwan Abdulrachman (Abah Iwan), Muhamad Gunawan ‘Ogun’ (Wanadri), dari Aranyakala Universitas Trisakti, Mahitala Unpar Bandung, KAPA FTUI, Impala Unibraw Malang.

PESAN PANGRANGO

1. Kami berkegiatan di alam dengan tujuan mendidik diri, menumbuhkan rasa cinta tanah air dan cinta lingkungan.

2. Dalam berkegiatan di alam kami menghargai perbedaan, baik suku, agama, ras dan golongan,

Comments

comments

,
budiyanto sukabumi

Budiyanto hanyalah seorang individu yang sedang mengembara di muka bumi ini, dan untuk mengisi waktunya, agar dapat bermanfaat bagi semua penghuni bumi ini, lebih memilih profesi jurnalis.
Dunia jurnalistik telah dikenalinya secara otodidak sejak remaja. Sejak awal, sangat berminat pada isu konservasi, lingkungan, kemanusiaan hingga petualangan serta fotografi.

Situs kusukabumiku.com ini dibuat dan dibangun pada intinya sebagai media kampanye pembelaan lingkungan, alam alami, selainnya sebagai salah satu wadah untuk menyalurkan minat dan menyimpan sejumlah hasil karya jurnalistik.

Similar Posts