Hamdallah …

Hari ini, Kamis (24/8/2017) akhirnya bisa kembali bertemu untuk keduakalinya dengan Abah Iwan, dan lagi-lagi di tempat yang sama, di lereng selatan gunung Gede Pangrango.

Tepatnya di bumi perkemahan Tanakita, Situgunung, Desa Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit, Sukabumi, Jawa Barat.

Dari kiri ke kanan, Atep Maulana, Abah Iwan, Eng Yanto, Budiyanto, dan Aristides Katoppo. [Iwan Bungsu/Wanadri]
Pertemuan kali ini, tentunya pertemuan yang sangat luar biasa bagiku. Selain meliput, aku bisa bertemu dalam acara silaturahmi para perintis pencinta alam dan penggiat alam terbuka Indonesia.

Bacalah juga :

Pesan Pangrango Untuk Pencinta Alam Indonesia

Bukan saja hanya bisa bertemu dengan pria pemilik nama lengkap Ridwan Armansjah Abdulrachman, melainkan bertemu dengan orang-orang yang telah menginpirasi saat Budi kecil….

Seperti Opah Herman Lantang, Om Rudi Badil dan Bapak Aristides Katoppo yang kukenal sebagai perintis Mahasiwa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI). Dan Om Rudi dan Bapak Aristides kukenal juga sebagai jurnalis.

Kang Harry Hardiman pendiri Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri, Kang Harry Hardiman ini pemilik NRP W 001 Pendiri. Mas Harry Suliztiarto perintis dan pendiri Perguruan Memanjat Tebing Indonesia Skygers.

Juga ada Bang Lody Korua pelopor arung jeram yang pertama kali bertemu saat di Leader Outdoor Shop, Jalan Selabintana tahun 1992. Bang Lody bersama Kang Ogun yang pendaki gunung es dari Wanadri itu.

Dan masih banyak lagi ….

Pada pertemuan yang dihadiri, setidaknya 60 anggota dari perkumpulan pencinta alam dan penggiat alam terbuka baik dari kampus maupun umum itu menghasilkan #PesanPangrango untuk para pencinta alam di Indonesia.

Sementara pertemuan pertama dangan Abah Iwan pada tahun 2009 lalu. Saat itu, aku mengikuti Press Gathering PT PLN (Persero). Pada acara hiburan, penyelenggara menampilkan musisi lagu-lagu balada kelahiran Sumedang, 3 September 1947 itu.

Kali ini aku berkesempatan merekam video dengan gadget-ku saat pencipta lagu terkenal seperti Melati dari Jayagiri, Burung Camar, Seribu Mil Lebih Sedepa itu. Akupun sempat meminta izin akan menampilkannya di akun youtube-ku.

Tontonlah juga :

Meskipun berbisik saat Abah Iwan yang sudah duduk di sebuah mobil yang siap membawanya kembali bersama istri dan rombongan ke Timur, ke Bandung.

“Mangga..mangga… Pami hoyong VCDna ka Kang Erik,” jawab Abah Iwan dengan bahasa Sunda yang halus.

Dalam obrolan disela nyanyian suara merdunya itu, aku merekam khusus satu lagu dari anggota Wanadri (W- 041 Singawalang). Setelah berulangkali kuputar ternyata banyak mengungkapkan kata-kata Respect…

“Respect…Respect…dan Respect…”

Terimakasih Abah Iwan juga bagi penggagas acara ini dan semuanya yang hadir..

Comments

comments

,
budiyanto sukabumi

Budiyanto hanyalah seorang individu yang sedang mengembara di muka bumi ini, dan untuk mengisi waktunya, agar dapat bermanfaat bagi semua penghuni bumi ini, lebih memilih profesi jurnalis.
Dunia jurnalistik telah dikenalinya secara otodidak sejak remaja. Sejak awal, sangat berminat pada isu konservasi, lingkungan, kemanusiaan hingga petualangan serta fotografi.

Situs kusukabumiku.com ini dibuat dan dibangun pada intinya sebagai media kampanye pembelaan lingkungan, alam alami, selainnya sebagai salah satu wadah untuk menyalurkan minat dan menyimpan sejumlah hasil karya jurnalistik.

Similar Posts