PERBAWATI, KUSUKABUMIKU.com – Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) akan menindak tegas para pemburu satwa (fauna) dan tumbuhan (flora). Terutama para pemburu satwa atau tumbuhan yang hasil buruannya untuk kepentingan komersial.

”Bila perbuatannya besar, seperti menebang pohon buat dijual, ngambil satwa untuk dijual itu yang kita sikat,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah Sukabumi – Balai Besar TNGGP, Syahrial Anuar selesai menerima satwa penyerahan sukarela dari warga di Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (25/10/2017).

Namun, lanjut dia bukan berarti para pemburu satwa dan tumbuhan dalam jumlah kecil atau tidak komersial tidak akan ditindak tegas. Pihaknya akan tetap melakukan tindakan bagi siapapun yang melakukan gangguan di dalam kawasan konservasi di wilayahnya.

”Paling penduduk ngambil burung satu ekor atau dua ekor, kalau pun tertangkap pasti kita bina. Di antaranya diberikan sanksi wajib lapor, selama dua bulan atau tiga bulan biar menimbulkan efek jera,” ujar dia.

Bagi para pemburu satwa dan tumbuhan tersebut tentunya akan berurusan dengan tindakan hukum. Penindakan hukum sesuai dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Balai Besar TNGGP di Sukabumi, Rabu ini menerima serahan secara sukarela berupa tiga ekor satwa dilindungi dari M. Sadar (68) warga Kampung Pondok Tisuk, Desa Balekambang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi.

Ketiga satwa yang diserahkan yaitu Kancil (Tragulus javanicus), Kijang (Muntiacus mutjak) dan Ular Sanca Kembang (Phyton reticulatus). Ketiga satwa tersebut akan dititipkan di Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga (PPSC) di Nyalindung untuk menjalani rehabilitasi sebelum dilepasliarkan.

Petugas Balai Besar TNGGP mengecak kijang dan kancil serahan warga, Rabu (25/10/2017). [KuSukaBumiku/Budiyanto]
”Alhamdulillah kami sangat mengapresiasi tindakan Pak Haji Sadar ini. Semoga tindakan tokoh masyarakat ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat lainnya yang juga memelihara satwa dilindungi,” kata Syahrial.

”Untuk menyerahkan satwa dilindungi ini tidak perlu takut akan ditangkap. Karena nantinya satwa ini akan dilepasliarkan di habitatnya, namun sebelumnya akan dikarantina dan direhabilitasi dulu, hingga siap dilepasliarkan,” pungkasnya.

Comments

comments

,
budiyanto sukabumi

Budiyanto hanyalah seorang individu yang sedang mengembara di muka bumi ini, dan untuk mengisi waktunya, agar dapat bermanfaat bagi semua penghuni bumi ini, lebih memilih profesi jurnalis.
Dunia jurnalistik telah dikenalinya secara otodidak sejak remaja. Sejak awal, sangat berminat pada isu konservasi, lingkungan, kemanusiaan hingga petualangan serta fotografi.

Situs kusukabumiku.com ini dibuat dan dibangun pada intinya sebagai media kampanye pembelaan lingkungan, alam alami, selainnya sebagai salah satu wadah untuk menyalurkan minat dan menyimpan sejumlah hasil karya jurnalistik.

Similar Posts