CIKEPUH, KUSUKABUMIKU.com – Sekitar 12 ekor macan tutul (Panthera pardus melas) dikabarkan kembali menghuni kawasan konservasi Suaka Margasatwa (SM) Cikepuh/Cagar Alam (CA) Cibanteng, Sukabumi, Jawa Barat.

Satwa yang dilindungi ini sempat dikabarkan punah di suaka alam yang berlokasi di Kecamatan Ciemas dan Ciracap. Fenomena itu terjadi akibat 50 persen dari lahan seluas 8.530,5 hektar sempat dirambah dan dihuni 4.000 jiwa selama periode 1999-2002.

“Terakhir keberadaan macan tutul ini terekam camera trap, ada 4 ekor. Setelah dianalisa sederhana diprediksi ada sekitar 12 ekor,” kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jawa Barat, Sustyo Iriyono kepada Kompas.com, Senin (16/10/2017).

Saat ini, lanjut dia, untuk mempertahakan keberadaan satwa-satwa yang ada di SM Cikepuh terus dilakukan berbagai upaya dan langkah secara intensif dalam peningkatan pengamanan kawasan. Seperti pencegahan kebakaran hutan bersama masyarakat mitra polisi hutan (MMP).

“Kami juga meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat melalui penyuluhan dan menyelesaikan dokumen-dokumen perencanaan,” ujarnya.

Sustyo menjelaskan, ditemukannya kembali kucing besar ini berawal dari informasi lisan para mahasiswa IPB yang sedang melakukan penelitian, dan masyarakat sekitar pinggiran kawasan.

Selain itu, berdasarkan laporan hasil survei primata oleh International Animal Rescue (IAR) yang mengungkapkan adanya tanda-tanda keberadaan macan tutul seperti cakaran, feses atau kotoran dan jejak.

Semua informasi ditindaklanjuti dengan Ekspedisi Macan Tutul kerja sama BBKSDA Jabar, IAR dan Forum Harimau Kita. Di antaranya pemasangan camera trap antara Juli hingga Agustus 2016 lalu.

“Hasilnya, setelah 28 hari pengamatan sebanyak 4 kamera berhasil menangkap 7 frame video yang menunjukkan aktivitas macan tutul,” jelas dia.

“Dari video tersebut terungkap bahwa sebanyak 3 individu macan tutul yang tertangkap kamera merupakan macan tutul dengan pola tutul kuning, sedangkan satu individu merupakan varian tutul hitam atau dikenal macan kumbang,” sambungnya.

Berdasarkan hasil identifikasi diketahui bahwa macan tutul sebagai top predator yang tertangkap kamera merupakan 4 individu yang berbeda. Melalui analisa sederhana, diprediksi bahwa populasi macan tutul di SM Cikepuh saat ini sekitar 12 ekor.

“Namun masih dibutuhkan pengamatan yang lebih intensif untuk mengetahui kepastian jumlah individu serta sex ratio macan tutul di SM Cikepuh ini,” pungkas dia.

Artikel ini telah terbit pada Kompas.com berjudul :  Dianggap Punah, Macan Tutul Kembali Ditemukan di Sukabumi

Comments

comments

, , ,
budiyanto sukabumi

Budiyanto hanyalah seorang individu yang sedang mengembara di muka bumi ini, dan untuk mengisi waktunya, agar dapat bermanfaat bagi semua penghuni bumi ini, lebih memilih profesi jurnalis.
Dunia jurnalistik telah dikenalinya secara otodidak sejak remaja. Sejak awal, sangat berminat pada isu konservasi, lingkungan, kemanusiaan hingga petualangan serta fotografi.

Situs kusukabumiku.com ini dibuat dan dibangun pada intinya sebagai media kampanye pembelaan lingkungan, alam alami, selainnya sebagai salah satu wadah untuk menyalurkan minat dan menyimpan sejumlah hasil karya jurnalistik.

Similar Posts