PALABUHANRATU, KUSUKABUMIKU.com – Sudah hampir dua pekan, ribuan ton bongkahan batu bara dari tumpahan dua tongkang yang bertabrakan lalu terdampar di Pantai Cipatuguran, Kecamatan Palabuhanratu, Sukabuni, Jawa Barat belum dibersihkan.

Sejumlah aktivis Komunitas Lingkar Hijau dan para relawan akhirnya berinisiatif memunguti bongkahan batu bara yang rencananya akan dikirim ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Palabuhanratu, Jumat (10/5/2019) sore.

Operasi bersih memunguti batu bara ini pun digelar sekaligus sambil ngabuburit menjelang buka puasa. Para peserta yang memunguti batu bara melengkapi diri dengan memakai sarung tangan dan masker serta membawa kantong sampah ukuran besar.

Dalam waktu sekitar dua jam, bongkahan batu bara yang berhasil dipungut mencapai sekitar 2 ton. Seluruhnya diperkirakan tumpahan bongkahan batu bara dari dua tongkang itu mencapai 10.000 ton.

“Hampir dua pekan ini pihak yang berkaitan seperti tidak ada yang mau menyelesaikan masalah tumpahan bongkahan batu bara yang berserakan di pantai ini. Kami berinisiatif sendiri untuk membersihkannya,” ungkap Ketua Komunitas Lingkar Hijau, Moch. Haetami Zein kepada awak media di sela kegiatan, Jumat petang

Dia menuturkan bongkahan batu bara yang tumpah sehingga berserakan di pantai ini sangat mengotori dan sangat mengganggu estetika.

Padahal lanjut dia pantai ini sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Palabuhanratu.Belum lagi ribuan ton bongkahan batu bara yang terbawa hanyut dan tenggelam ke laut dapat mencemari.

Dampaknya ekosistem laut dapat terganggu bahkan rusak, di antaranya bisa mengakibatkan kematian pada biota laut dan hancurnya terumbu karang.

“Kami sangat berharap bongkahan batu bara yang ada di laut segera dibersihkan. Saat ini atas kepedulian, kami bersihkan yang di pantai, meskipun belum bisa semuanya,” tuturnya.

“Bongkahan batu bara yang kami pungut ini akan kami serahkan ke Dinas Lingkungan Hidul (DLH) Kabupaten Sukabumi,” sambung dia.

Salah seorang nelayan, Sakim (47) mengapresiasi aksi yang dilakukan para relawan dalam upaya membersihkan bongkahan batu bara di Pantai Cipatuguran. Karena bongkahan batu bara yang berserakan sangat mengganggu saat akan berangkat melaut dan sandar atau mendaratkan perahu.

“Kalau pulang dari melaut saat mendaratkan perahu suka susah karena banyak batu bara berserakan, kaki juga jadi sakit karena menginjak batu bara,” aku nelayan sejak usia remaja kepada wartawan, Jumat petang.

Operasi pungut bongkahan batu bara di Pantai Cipatuguran yang digelar Komunitas Lingkar Hujau ini selain melibatkan aktivis dan para relawannya juga diikuti sejumlah lembaga lainnya. Di antaranya dari HMI Sukabumi dan Akar Rumput Jakarta.Untuk diketahui sebelumnya dua kapal tongkang pengangkut batu bara tabrakan hingga terdampar di tepi pantai tidak jauh dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Palabuhanratu, di Pantai Cipatuguran, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (28/4/2019) pukul 23.00 WIB.

Akibatnya, muatan batu bara dari kedua tongkang milik PT Kumala Putr Nusantara (KPN) dan PT Wasaka Sudarma Putra (WSP) yang akan dikirim ke PLTU Palabuhanratu itu tumpah.

Dampaknya lautan hingga pesisir pantai di sekitar lokasi kotor dan diduga tercemar tumpahan batu bara.

Comments

comments

, ,
budiyanto sukabumi

Budiyanto hanyalah seorang individu yang sedang mengembara di muka bumi ini, dan untuk mengisi waktunya, agar dapat bermanfaat bagi semua penghuni bumi ini, lebih memilih profesi jurnalis.
Dunia jurnalistik telah dikenalinya secara otodidak sejak remaja. Sejak awal, sangat berminat pada isu konservasi, lingkungan, kemanusiaan hingga petualangan serta fotografi.

Situs kusukabumiku.com ini dibuat dan dibangun pada intinya sebagai media kampanye pembelaan lingkungan, alam alami, selainnya sebagai salah satu wadah untuk menyalurkan minat dan menyimpan sejumlah hasil karya jurnalistik.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *