NYALINDUNG, KUSUKABUMIKU.com – Seekor macan tutul/kumbang jawa (Panthera pardus melas) yang diberi nama Selamat Ramadan akan dilepasliarkan di kawasan Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kuningan, Jawa Barat, Selasa (9/7/2019) besok.

Satwa liar dilindungi ini sempat masuk permukiman Kampung Cimalingping, Desa Sindangsari, Kecamatan Kasomalang, Subang, Sabtu (1/6/2019). Bahkan melukai seorang warga, Juju Juangsih (62).

Sebelum dilepasliarkan karnivora besar ini mendapatkan rehabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga (PPSC) Nyalindung, Sukabumi sejak Jumat (28/6/2019) hingga Senin (8/7/2019).

“Kondisi macan tutul sudah siap di release, rencanaya besok,” ungkap Kepala Bidang Wilayah ll Soreang – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Pupung Purnawan di PPSC Nyalindung, Sukabumi, Senin (8/7/2019) petang.

Dia menuturkan kondisi satwa siap dilepasliarkan berdasarkan data dari para dokter hewan yang menanganinya di PPSC. Tim dokter hewan telah menanganinya baik secara fisik maupun psikologi satwanya.

“Di sini (PPSC), macan tutul ini sudah mendapatkan penanganan selama seminggu. Dan petang ini dengan perjalanan malam akan dievakuasi ke Kuningan,” ujar mantan Kepala Bagian Tata Usaha BBKSDA Papua.

Dokter hewan dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE), Dedi Candra mengatakan macan tutul selama seminggu mendapatkan pemantauan di PPSC sebagai persiapan pelepasliaran di TNGC.

Secara umum, dia menjelaskan dari macan tutul berjenis kelamin jantan ini dalam kondisi baik. Pihaknya telah melaksanakan pemeriksaan fisik dan laboratorium yang hasilnya dalam ketegori baik.

Termasuk pemeriksaan perilakunya, macan tutul berusia remaja ini masih bisa makan dan sifat liarnya pun masih sangat terlihat.

“Hal ini ditandai dengan menghindari kontak dengan manusia. Bila ada orang langsung sembunyi. Di sini (PPSC) ada fasilitas yang.memang satwanya bisa bersembunyi, ada semak-semaknya,” jelas Dedi.

Menurut dia pada hari Minggu kemarin juga sudah melaksanakan general check up ulang terhadap macan tutul ini dengan hasilnya
kondisi sangat baik.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya melakukan pemeriksaan dugaan penyakit yang biasa menular dari hewan-hewan jenis anjing dan kucing

“Hasilnya juga negatif, tidak ditemukan penyakit,” ujarnya.

Dipasangi GPS collar

Drh. Rudiar Anisa dari Copenhagen Zoo – Baluran Program menambahkan pada macan tutul yang akan dilepasliarkan di kawasan Gunung Ciremai sudah dipasangi Global Positioning System (GPS) Collar.

Alat GPS Collar ini telah dipasang di bagian leher pada bagian lingkaran terkecil macan tutul. Alat tersebut
akan mengirimkan titik koordinat dan dapat langsung dipantau di atas peta digital.

Tujuan pemasangannya, lanjut dia untuk mendapatkan data pergerakan dan mengetahui posisi macan tutul. Alatnya sudah di setting untuk melaporkan setiap 30 menit sekali.

“Sehingga nantinya setelah sekian lama akan mengetahui dan bisa dipetakan pergerakannya,” ujar Rudiar.

Manager PPSC Cahyono Hidayat Subekti mengatakan pihaknya sudah berupaya optimal melakukan rehabilitasi macan tutul yang merupakan titipan BBKSDA Jabar.
Macan tutul ini dipersiapkan akan dilepasliarkan di TNGC Kuningan.

“Hari ini macan tutulnya dievakuasi langsung oleh tim dari BBKSDA Jabar ke Kuningan,” kata Cahyono.

Pantauan di lokasi macan tutul yang akan dilepasliarkan di TNGC ini dimasukan ke dalam kandang angkut dengan mobil khusus
Wildlife Rescue Unit Ditjen KSDAE. Kandang angkutnya sendiri terbuat besi dengan ukuran panjang 190 Cm, lebar 82 Cm dan tinggi 150 Cm.

Sebelumnya macan kumbang (Panthera pardus melas) yang sempat menggegerkan warga karena masuk ke rumah di Kampung Cimalingping, Desa Sindangsari, Kecamatan Kasomalang, Subang, Jawa Barat, telah dipindahkan ke Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga (PPSC), Jumat (28/6/2019) sore.

Comments

comments

,
budiyanto sukabumi

Budiyanto hanyalah seorang individu yang sedang mengembara di muka bumi ini, dan untuk mengisi waktunya, agar dapat bermanfaat bagi semua penghuni bumi ini, lebih memilih profesi jurnalis.
Dunia jurnalistik telah dikenalinya secara otodidak sejak remaja. Sejak awal, sangat berminat pada isu konservasi, lingkungan, kemanusiaan hingga petualangan serta fotografi.

Situs kusukabumiku.com ini dibuat dan dibangun pada intinya sebagai media kampanye pembelaan lingkungan, alam alami, selainnya sebagai salah satu wadah untuk menyalurkan minat dan menyimpan sejumlah hasil karya jurnalistik.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *